Posts

Vietnam Day #1 (destination #3) - Ly Thai To Statue and West Lake, Hanoi

Image
Udah ditulis panjang-panjang, eh error...Nyebelin deh! I have written a long blog & it's error. So annoying! Jadi, ayo deh ditulis cepat saja. Perhentian ketiga adalah patung Ly Thai To. Ly Thai To adalah kaisar Vietnam yang memindahkan ibukota Vietnam ke Hanoi. Di seberang patung ini terdapat danau West Lake (artinya Danau Barat). Sekarang ini terdapat dua ekor kura-kura yang hidup di danau ini. Konon, jika Anda bisa melihat kura-kura ini, Anda beruntung. So, let's do this quick. The third stop is Ly Thai To statue. Ly Thai To is the Viet emperor who moved the capital city to Hanoi. The opposite of Ly Thai To statue is the West Lake. Presently there are 2 turtles living in that lake. There is a belief that if you can see the turtle, you can have luck. Patung Ly Thai To Ly Thai To Statue Kami tidak diperbolehkan mendekati West Lake oleh pemandu tur kami. Ketika tur sudah berakhir, saya membaca kembali jadwal perjalanan kami, kami seharusnya mengunjungi satu ku...

Vietnam day #1 (destination #2) - Ho Chi Minh complex and one pillar pagoda, Hanoi

Image
Selepas dari kuil literatur, kami menuju Ho Chi Minh kompleks. Hujan semakin deras. Setibanya di Ho Chi Minh kompleks, grup kami sempat berfoto bersama di depan gedung yang mengingatkan saya pada gedung Lincoln Memorial di Washington DC dengan jalan aksis-nya yang kuat. Departing from Literature Temple, we are heading Ho Chi Minch complex. The rain is getting heavier. Upon arriving at Ho Chi Minh complex, our group had a chance to have a group photo in front of the building which reminds me so much of Lincoln Memorial building in Washington DC with the street leading to the building forming a strong axis. Foto grup di depan Ho Chi Minh kompleks Group photo in front of the Ho Chi Minh complex Sayangnya setelah foto hujan malah semakin deras sehingga kami dihadapkan pilihan untuk kembali ke bis atau ngotot berjalan mengitari Ho Chi Minh kompleks dalam keadaan basah. Meskipun memiliki payung, pasti tidak nyaman untuk berjalan di bawah hujan deras selama 1 jam, sehingga sebagia...

Vietnam day #1 (destination #1) - Temple of Literature, Hanoi

Image
(English translation available in italic blue texts) Sudah lama tidak nge-blog. Bukan tidak suka, tapi tidak ada waktu. Walaupun sebenarnya setahun terakhir sudah ke beberapa tempat. It's been a while I haven't blog. I don't have much time to do it although I have been to several places within a year. Saya baru saja kembali dari Vietnam. Ikut tur beserta dengan 24 orang lainnya dengan keberangkatan dari Jakarta. Ternyata ikut tur dari Indonesia memang berbeda. Mungkin karena orang Indonesia terkenal ramah. Saya pernah ikut tur lainnya tapi rasanya kurang enjoy. I just came back from Vietnam. I joined a tour with another 24 people, departing from Jakarta. I found that joining a tour from Indonesia is different. Perhaps because Indonesian are famous of being friendly. I joined other tours but it's not as enjoyable as this one. Hari pertama kami berangkat dari Jakarta pukul 1 siang menuju Ho Chi Minh. Penerbangan selama 3 jam menggunakan Vietnam Airlines yang pesa...

Semarang, 30 Mei 2013 (part 1)

Image
Part 1: Gereja Blendug, Masjid Agung Kauman, Pecinan dan Kelenteng Sam Po Kong. Pagi ini tujuan pertama saya adalah Gereja Blendug. Tempat ini direkomendasikan oleh teman yang saya temui sewaktu ikut tur ke Yogya. Ternyata Gereja Blendug adalah gereja dengan gaya arsitektural kolonial. Dengan kubah yang terletak di tengah bangunan satu lantai berdenah segi delapan tersebut, gereja ini terlihat unik. Meskipun sudah tua, ternyata gedung gereja ini masih terawat dengan baik. Nama gereja ini sebenarnya adalah GPIB Immanuel.  Lukisan kaca patri yang cantik menjadi bagian dari jendela dan pintu gereja. Sayang gereja tidak buka (atau mungkin belum buka), sehingga saya tidak bisa masuk ke dalamnya.   Gereja Blendug Dari Gereja Blendug, saya berjalan kaki menyusuri Kota Tua. Tepat di seberang Gereja Blendug, terdapat deretan toko-toko yang menempati bangunan tua. Salah satunya adalah toko barang antik bernama Samarang. Saya sempat membuang waktu beberapa menit untuk meng...

Semarang, 30 Mei 2013 (part 2)

Image
Tujuan: Simpang Lima, Lawang Sewu, Masjid Agung Dari Sam Po Kong, saya menuju ke Simpang Lima. Tujuan saya adalah Lawang Sewu. Arti dari kata Lawang Sewu sendiri berarti Seribu Pintu. Lawang Sewu memiliki 4 bangunan yang dinamai sebagai bangunan A, B, C dan D. Di halaman depan dekat pintu masuk terdapat monumen lokomotif tua. Dua menara tinggi yang berbentuk seperti minaret terdapat di bangunan A yang menghadap ke Simpang Lima. Monumen lokomotif tua dekat pintu masuk Saya beruntung bahwa sebagian dari bangunan ini baru saja direnovasi, sehingga bangunan berarsitektur kolonial ini terlihat bersih dan menarik.   Sayangnya bangunan A yang sedang dipakai untuk seminar, sehingga saya tidak memasuki bangunan ini. Saya hanya bisa mengeksplorasi bangunan B dan C. Di dalam bangunan B terdapat miniatur Lawang sewu dalam 2 skala, lengkap dengan gambar cetak biru arsitekturnya yang masih berbahasa Belanda. Gambar-gambar arsitektur yang masih dibuat dengan tangan ini...

Solo and Semarang, 29 Mei 2013

Image
Satu hal yang merupakan nilai positif tinggal di hotel Mangkuyudan adalah sarapan gratis setiap pagi. Dan sarapannya lumayan enak. Meskipun kondisi kamarnya agak menyedihkan. Pagi ini sarapanku adalah nasi campur. Mirip-mirip gudeg, tapi ada tambahan abon, irisan telur dadar, dsb. Karena saya memesan 1 kamar yang biasanya diisi 2 orang, setiap pagi saya dapat 2 piring nasi dan 2 gelas teh manis. Sarapan pagi komplit Sore nanti saya akan ke Semarang, jadi saya punya waktu setengah hari untuk keliling Solo. Saya memutuskan untuk pergi ke Benteng Vandenberg dan ke Pasar Gede. Ajaibnya, bapak yang bertugas di hotel tidak tau di mana letak benteng itu. Kebetulan saya perlu mengirim pos, jadi saya naik taxi dan ke kantor pos terdekat. Di taxi saya sempat bertanya lagi lokasi benteng itu dan diberitahu kalau ada di dekat Galabo. Tadinya saya mau ke Rumah Rempah Karya, tapi letaknya yang nun jauh di sana membuat saya membatalkan niat saya. Sehingga rute saya adalah Benteng Vandenb...

Solo, 28 Mei 2013

Image
Hari ini saya berencana naik kereta lokomotif tua (kereta wisata). Kata teman sih namanya Jaladara dan naiknya dari stasiun Purwosari. Jadi saya jalan ke stasiun itu. Kebetulan saya memang mau melihat-lihat sekitar situ, jadi saya sengaja jalan kaki. Ternyata hotel saya dekat dengan Kampung Batik Laweyan, hal ini baru saya ketahui dari peta yang terpampang di papan di dekat jalan raya. Ada dua peta yang saya temui. Yang satu masih bagus dan warnanya masih jelas, yang satu lagi sudah pudar warnanya. Di depan situ juga terlihat ada pertanda area Kampung Laweyan yang berupa dua monumen kecil. Alasnya berbentuk prisma berwarna hitam. Monumen ini jg sekalian berfungsi sebagai lampu jalan.   Salah satu peta yang masih bagus   Dua monumen kecil sebagai gate Kampung Laweyan Sewaktu mau menyeberang, saya menemui tombol penyebrangan untuk para pejalan kaki. Tombolnya masih berfungsi. Saya rasa di Jakarta tombol seperti ini sudah tidak ada lagi yang berfungsi. ...